Jumat, 01 Maret 2013

Pelatihan untuk Pelatih (Pendidikan Keuangan untuk Masyarakat Miskin)


Pada beberapa hari lalu yaitu pada tanggal 24 - 24 februari 2013 diadakan pelatihan mengenai pendidikan untuk masyarakat miskin. Acara tersebut di laksanakan salah satu Lembaga Pendidikan terbesar yang ada di Indonesia yaitu yaitu Lembaga Management Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Mereka sebagai pelatih yang telah berpengalaman dalam menghadapi masyarakat dari berbagai daerah ingin berbagi ilmu dan pengalaman bagaimana seseorang konsultan atau pendidik dalam mengajari masyarakat. di Bangka merupakan tujuan mereka dari beberapa daerah yang ada di Indonesia.

Pelatihan tersebut di Ikut sertakan Berbagai Lembaga yang kontribusinya sangat erat terhadap masyarakat terutama masnyarakat miskin. Seperti dari lembaga PNPM Mandiri Perkotaan, LKM, Dinas Pertaniaan, BP2KP, BKP3, Bakorluh dan lain - lainya. 

Pada pelatihan tersebut mencakup 2 modul yaitu Anggaran ( Budgeting ) dan Menabung ( savings ) dengan topik bahasan :
  • Apa yang dimaksud dengan menabung/menyusun anggaran ?
  • Mengapa menabung/menyusun anggaran itu penting ?
  • Panduan dan langkah praktis dalam menabung/menyusun anggaran.
  • Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kebiasaan menabung/menyusun anggaran.
  • Mendisiplinkan diri dalam perilaku menabung/menyusun anggaran
Intinya bagai mana para konsultan atau pendidik masyarakat tersebut menyampaikan materinya dengan menggunakan teknik pembelajaran orang dewasa.  Sebenarnya modul untuk pelatihan tersebut berjumlah 14 buah. karena waktunya terbatas maka yang di jadikan sebagai pelatihan ada dua modul.

foto - foto modul pelatihan :







sumber : Foto


Sabtu, 16 Februari 2013

Tua Bukan Berarti Tidak Berkarya (Pelatihan PPMK Hari Kedua)

pelatihan PPMK
Setelah hari rabu melaksanakan pelatihan yang pertama, pada hari kami juga dilakukan pelatihan yang kedua. dalam pelatihan ini sangatlah menarik karena di isi dari berbagai nara sumber yang memiliki materi yang sangat berguna. dan juga yang menjadi meriahnya pelatihan hari kedua adalah para Ibu - ibu yang giat dan banyak bertanya kepada narasumber dan juga produk yang dibawa dalam pelatihan ini sangat bermacam - macam.

Pada pebicara pertama di isi dari pihak Perbankkan Mandiri Syariah. Mereka menjelaskan bagaimana para masyarakat dapat melaksanakan pinjaman dan apa saja prosedur - prosedur yang harus dilalui oleh mansyarakat tersebut.

Pembicara kedua di isi dari perusahaan pengiriman barang JNE, Narasumber atau pembicara menjelaskan bagaimana produk olahan masyarakat tersebut dapat dikirim ke berbagai tempat dan dia juga menjelaskan produk apa yang tidak bisa dilayani.

 Pembicara ketiga di isi oleh  pihak Hypermart, materi yang di berikan adalah bagaimana produk - produk dari masyarakat atau KSM dapat masuk kedalam Swalayan atau Pasar besar lainnya.

Yang terakhir di isi oleh Pembicara mengenai bidang pemasaran online, Dari Persentisasi dia menjelaskan bagaiman suatu produk tersebut dapat dipasarkan melalui media online dan juga perbedaan antara pasar online dengan pasar offline. 

foto - foto pelatihan :


pelatihan PPMK

pelatihan PPMK

pelatihan PPMK

pelatihan PPMK

pelatihan PPMK


pelatihan PPMK

pelatihan PPMK

pelatihan PPMK

pelatihan PPMK



























penulis : admin






Jumat, 15 Februari 2013

Semangat itu Kita (Pelatihan PPMK Hari Pertama)




Pada hari rabu tanggal 13 februari telah dilaksanakan pelatihan perencanaan dan perkembangan usaha mikro dan kecil serta pelatihan PPMK yang telah dijelaskan pada postingan sebelumnya.

Peserta yang hadir dalam pelatihan tersebut sekitar 150 orang terdiri dari 5 LKM dan masyarakat yang ada di Pangkalpinang.  Dalam pelatihan tersebut dipamerkan juga produk olahan dari hasil kegiatan KSM terutama dari KSM yang melakukan pinjaman bergulir. Semangat warga yang hadir sangat luar biasa dan warga banyak bertanya kepada nara sumber karena keingintauan mereka yang tinggi



Produk LKM
Keripik Singkong
Bumbu pecel
Rusep
Otak - otak






Pada sesi pelatihan pertama pembicara atau pemberi materi dari  Dinas sosial yaitu bapak Hunsi Tamrin. Isi dari materi tersebut antara lain.Bagaimana usaha kecil mendapat perizinan  industri rumah tangga. Masalah perizinan berdasarkan infestasi, bagi yng investasi sebesar 10 juta tidak di wajibkan memiliki izin usaha industri  atau TDI di luar tanah dan rumah sedangkan Investasi 500 juta harus memiliki izin usaha industri. walaupun usaha 
1.Walaupun tidak wajib tapi harus memperhatikan lingkungan, jam kerja,  masyarakat
2.Walaupun  bahan baku baik, harus memperhatikan prosesnya dengan baik. Dengan tidak menambahkan  bahan pengawet yang tidak diperkenankan .Untuk yang tidak punya lebel di sarankan membuat label

Setelah pembicara pertama kemudian di lanjutkan oleh Ibu Ester  J Lubiz  dari dinas kesehatan

Ibu Elster menjelaskan tentang materi mengenai Higiene dan sanitasi pengolahan pangan

Inti dari materi yang di beri ibu tersebut adalah bagaimana supaya makanan yang kita produksi tidak merugikan orang, maka harus diperhatikan beberapa hal  dibawah ini

Progran Higieni

Berkaitan erat dengan program pembinaan mutu
Melibatkan pengendaliaan terpadu selama proses produksi, pengolahaan, penyimpanan,  penyajiaan dan komsumsi pangan
Melindungi masyarakat dari bahaya
Meningkatkan mutu

Prinsip dasar

mencakup semua aspek produksi dan pengolahan  produk pangan.  Berupa program higiene dan program sanitasi, untuk pekerja harus ada perlindungan, dan perlengkapan umum dan juga melihat penanganan limbah dan fasilitas umum, prouduk yang dihasilkan agar makan higienis.
setelah banyakk

Untuk penjelasan kode P-IRT dalam usaha adalah
sebagai contoh kode  P-IRT NO. 206197102025
2- JENIS KEMASAN
06- KLPK JENIS PANGAN
1971- KODE PROV
02 NO URUT JENIS PANGAN PRODUK IRT
025- NO URUT PP-IRT DI KAB/ KOTA SETEMPAT

untuk mendapatkan nomor  hal yang harus dilakukan menurut Ibu tersebut adalah 
- harus ada KIR kesehatan
- Mengisi pendaftaran rekomendasi
- Petugas kesehatan turun lapangan
- di terbitkan rekomendasi
- di data
- di panggil untuk penyuluhan
- di tes prites, postes.

PeMberi materi yang terakhir adalah dari Bank Muamalat Bapak Endang

Dia menjelaskan tentang Kriteria usaha. menurut dia adalah 
Mikro  kekayaan mak 50 juta, penjualan mak 300 jt pembiayaan 50 jt
Usaha kecil kekayaan 50 – 500 jt penjualan 300 jt keatas  pembiayaan 50 - 500 jt
Banyak lagi materi yang Bapak Endang berikan dari bagai mana pendaftaran, pembiayaannya dan syarat - syaratnya.

foto foto Kegiatan






















penulis : Admin

Kamis, 14 Februari 2013

PROGRAM PENINGKATAN PENGHIDUPAN MASYARAKAT berbasis KOMUNITAS (PPMK)

logo pnpm

Pada hari rabu dan kamis tanggal 13 februari sampai tanggal 14 februari di Kec Gabek diadakan pelatihan perencanaan serta pengembangan usaha mikro dan kecil dalam program penigkatan penghidupan masyarakat berbasis kelompok acara tersebut di ikuti 5 LKM yang mendapatkan program PPMK.

Dari tema tersebut masih banyak masyarakat luas yang masih belum tahu apa itu PPMK. oleh karena itu sebelum saya memposting kegiatan pelatihan tersebut maka saya akan menjelaskan sedikit tentang Peningkatan Penghidupan Masyarakat berbasis Komunitas ( PPMK ).

PPMK adalah program lanjutan dari pelaksanaan PNPM Mandiri Perkotaan. sasaran PPMK difokuskan kepada penigkatan pendapatan keluarga miskin yang tergabung dalam KSM melalui dukungan komponen program berupa pemberdayaan masyarakat. Dalam PPMK proses pemberdayaan lebih ditujukan untuk menigkatkan keahliaan dan keterampilan anggota KSM sehingga menjadi kelompok usaha yang mandiri dengan dukungan LKM/BKM yang terpercaya.

Kriteria BKM/LKM Peserta PPMK



  1. Kinerja kelembagaan BKM minimal “Berdaya
  2. Opini audit  Independen tahun buku sebelumnya “Wajar Tanpa Pengecualian”
  3. Kinerja Sekretariat BKM minimal Memadai” selama 3 bulan terakhir
Kriteria KSM Peserta Program PPMK


  1. Memiliki kegiatan produktif
  2. Jumlah Anggota minimal 5 orang
  3. Memiliki kegiatan Produktif
  4. Minimal 2/3 anggota KSM terdaftar di PS 2
  5. Memiliki usaha mikro kecil yang berpotensi dikembangkan (prospektif)
  6. Pernah mendapat pinjaman dari UPK atau lembaga keuangan lain dengan tingkat pengembalian pinjaman > 90
  7. KSM bentukan baru yang berasal dari beberapa KSM namun memiliki usaha sejeni, aneka usaha, atau potensial membentuk Kelompok Usaha Bersama  (Kube)
Lingkup Kegiatan PPMK – PNPM Perkotaan

  1. Kegiatan Pelayanan Infrastruktur Produktif bagi KSM melalui Kegiatan prasarana pengembangan penghidupan Masyarakat (prasarana produksi bata/ paving, showroom, pasar lokal/kios, prasarana limbah usaha, dan prasarana lainnya)
  2. Kegiatan Pelayanan Infrastruktur produktif bagi KSM melalui kegiatan prsasarana pengembangan penghidupan masyarakat.
  3. Kontribusi Pelayanan ekonomi bagi KSM melalui dana bergulir bagi KSM unggulan
Komponen Program PPMK
  1. Pemberdayaan masyarakat, melalui penguatan KSM
  2. Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) PPMK
  3. Bantuan Teknis

Alokasi  Pagu Dan Penggunaan BLM PPMK

  1. BLM PPMK adalah dana bergulir khusus untuk peningkatan penghidupan masyarakat yang dikelola UPK-BKM yang digulirkan hanya bagi KSM peserta
  2. Alokasi pagu BLM PPMK maksimum Rp. 100 juta per Kelurahan/Desapeserta, Jumlah realisasi untuk setiap KSM sepenuhnya tergantung pada kelayakan proposal masing-masing KSM dengan ketentuan maksimum Rp 30.000.000,- untuk setiap KSM dan maksimum Rp 5.000.000,- untuksetiap anggota KSM
  3. Pencairan BLM ke Rek BKM dilaksanakan 2 Tahap  (60% dan 40%)
  4. Layanan pinjaman tahap awal maksimal 5 KSM, sedangkan pada tahap perguliran minimal 3 KSM setiap tahunnya.
Jenis KSM Penerima Pinjaman BLM PNPM-PPMK
  1. KSM Sejenis (Semua anggota memiliki jenis usaha yang sama)
  2. KSM Kelompok Usaha Bersama (KUBE)
  3. KSM Aneka Usaha Produktif


sumber : 

Rabu, 13 Februari 2013

Beberapa Contoh Produk KSM di Pangkalpinang



Pada hari ini di lakukan pelatihan kepada KSM yang mendapatkan dana pinjaman bergulir dan telah memiliki produk berupa makanan  olahan dan ada juga berupa kerajinan tangan.   

Di jadwal pelatihan tersebut terdapat materi mengenai memasarkan suatu produk melalui media online, Ketika  saya membajanya  saya pun berpikir,  bagaimana kalau produk produk yang dihasilkan oleh Kelompok KSM yang ada di Pangkalpinang dapat dipasarkan melalui Blog LKM masing - masing atau media online lainya terutama untuk LKM Salemba Jaya. walaupun dalam LKM Salemba Jaya ini masih banyak hal - hal yang harus di perbaiki, tapi dengan semangat anggota LKM yang baru diharapkan dapat memperbaiki semuanya. maka saya mencoba untuk memasarkan beberapa contok produk olahan KSM yang ada, sebagai contoh saya membuat beberapa iklan bergerak di sebelah kanan, walaupun saya sadari ilmu saya masih sederhana terhadap pemahaman PNPM dan pemahaman dunia maya

Di bawah ini beberapa produk KSM dan ada Produk LKM yang saya promosikan 



Pempeyek  Kacang Gurih
Pempeyek Kacang Gurih

Ini adalah produk olahan sejenis makana khas palembang , yang menggunakan cuka. walaupun saya belum pernah mencobanya tapi ini adalah hasil olahan salah satu KSM di wilayah Pangkalpinang. untuk memesanya dapat menghubungi IBU JUBAI HP 087797259056. 




Kemplang Ikan Bangka " ALE"

Kemplang Ikan Bangka "ALE"

Ini adalah produk olahan menggunakan komposisi utama adalah ikan dan sagu, dibuat dengan tidak menggunakan bahan pengawet. dan bahan pewarna. makanan ini di olah secara sederhana dan dipanggang di oven atau dibakar, ini juga merupakan produk olahan yang di bentuk dari salah satu KSM di wilayah pangkalpinang. untuk memesanya dapat menghubungi  HP. 081268520197.





contoh batu prasati


Pembuatan Batu Prasasti dan Batu Nama Kubur

ini adalah suatu kerajinan, atau jasa pembuatan batu nama kubur dan bisajuga membuat prasati  suatu kegiatan atau proyek dan di kerjakan secara manual atau istilahnya di ukir, usaha ini di geluti oleh salah satu anggota LKM di wilayah Pangkalpinang, untuk memesan atau menayakan langsung dapat menghubungi Bapak Erdi HP. 085267844537.



diatas adalah beberapa produk yang saya promosikan ke dunia maya walaupun dalan pengolahanya masih sederhana. Sekarang KSM - KSM tersebut sedang di latih agar produknya dapat diterima di masyarakat banyak atau bahkan menjadi ciri khas makanan daerah. sehingga dapat dijadikan oleh - oleh


ditulis


Selasa, 12 Februari 2013

Pelaksanaan Pendampingan ( Pentunjuk Teknis Pinjaman Bergulir )



Pendampingan atau konsultasi merupakan elemen penting dalam upaya memperkuat kemampuan pengelolaan pinjaman bergulir. Kegiatan pendampingan diberikan dalam bentuk coaching (petunjuk singkat), konsultasi atau diskusi, membantu pelaksanaan kegiatan sampai dengan petugas dapat melaksanakan secara mandiri, perbaikan terhadap hal–hal yang kurang/tidak benar, membimbing hingga terjadi perubahan sikap/perilaku, serta upaya lain yang mengarah pada peningkatan kemampuan para petugas dan anggota masyarakatnya. Strategi pendampingan ini perlu diberikan baik kepada LKM, UPK, maupun kepada kelompok pemanfaat pinjaman. 


a.  Pendampingan kepada LKM/UPK
Pendampingan kepada LKM maupun UPK dilakukan oleh Konsultan pendamping:

1)  Fasilitator dan Senior Fasilitator
a)  Menjaga proses agar sesuai dengan tujuan, strategi dan prinsip pengelolaan pinjaman bergulir
b)  Mendorong proses pembelajaran bagi masyarakat miskin dalam hal penciptaan peluang usaha dan kesempatan kerja, peningkatan pendapatan mereka serta kegiatan produktif lainnya
c)  Mendorong proses pembelajaran bagi pengelola pinjaman bergulir agar dana BLM dapat bermanfaat sebesar-besarnya bagi perbaikan kesejahteraan masyarakat miskin
d)  Memberikan konsultasi terhadap berbagai permasalahan yang dihadapi oleh LKM/UPK dalam proses pelaksanaan pengelolaan pinjaman bergulir, meliputi: pengambilan keputusan persetujuan pinjaman, memproyeksi pendapatan dan biaya (proyeksi laba rugi), memproyeksi tingkat ketersediaan modal sebagai 
dana bergulir, dan berbagai aspek lainnya.
e)  Memberikan coaching dan peningkatan kemampuan kepada LKM dan UPK
f)  Melakukan monitoring, evaluasi, analisis dan rekomendasi perbaikan kinerja LKM dan UPK. 

2)  Asisten Kordinator Kota (Askorkot) dan Korkot
a)  Melakukan monitoring, evaluasi, analisis dan rekomendasi perbaikan kinerja LKM / UPK secara terus menerus dalam pengelolaan pinjaman bergulir.
b)  Melakukan pengumpulan sumber daya (polling resources)terhadap sumber 
daya yang ada baik individu maupun lembaga yang mempunyai kemampuan serta kepedulian terhadap pengembangan keuangan mikro dan pinjaman bergulir.
c)  Memfasilitasi terbukanya akses bagi LKM/UPK terhadap sumber pelayanan 
dari luar.
d)  Mengupayakan pencapaian target pelayanan LKM dan UPK sesuai indikator kinerja yang ditetapkan.

3)  Tenaga Ahli (TA) Kredit Mikro/ Manajemen Keuangan 
a)  Melakukan monitoring, evaluasi, analisis dan rekomendasi perbaikan kinerja LKM / UPK secara terus menerus dalam pengelolaan pinjaman bergulir.
b)  Melakukan pengumpulan sumber daya (polling resources)terhadap sumber daya yang ada baik individu maupun lembaga yang mempunyai kemampuan serta kepedulian terhadap pengembangan keuangan mikro dan pinjaman bergulir.
c)  Memfasilitasi terbukanya akses bagi LKM/UPK terhadap sumber pelayanan dari luar.
d)  Mengupayakan pecapaian target pelayanan LKM dan UPK sesuai indikator kinerja yang ditetapkan.

b.  Pendampingan kepada KSM
Konsultasi serta pendampingan kepada KSM penerima pinjaman dilakukan oleh :

1)  Fasilitator dengan dukungan OC/OSP, dengan kegiatan:
a)  Menjaga agar KSM yang dilayani selalu memenuhi kriteria kelayakan.
b)  Menghadiri pertemuan anggota yang diselenggarakan oleh kelompok maupun pertemuan antar kelompok yang ada.
c)  Membantu menyusun proposal, pengembangan usaha maupun Ekonomi Rumah Tangga (ERT) anggota. 
d)  Mengembangkan berbagai sikap positip dalam berkelompok (komunikasi, kerjasama, disiplin, tanggung renteng, dan lain-lain).
e)  Membantu serta memfasilitasi KSM/anggota dalam hal memerlukan bantuan teknik usaha.
f)  Mendorong ke arah berfungsinya kelompok dalam memperlancar pengelolaan pinjaman bergulir.
g)  Mendorong proses belajar KSM dan anggota dalam melakukan akses ke lembaga keuangan mikro.

2)  UPK 
a)  Menjaga agar KSM yang dilayani selalu memenuhi kriteria kelayakan
b)  Memberikan pelatihan dasar pinjaman berguir, pembukuan , PERT dan Kewirausahaan
c)  Mengembangkan berbagai sikap positip dalam berkelompok (komunikasi, kerjasama, disiplin, tanggung renteng, dan lain-lain)
d)  Mendorong ke arah berfungsinya kelompok dalam memperlancar pengelolaan pinjaman bergulir
e)  Mendorong proses belajar KSM dan anggota dalam melakukan akses ke lembaga keuangan mikro. 

3)  Relawan
a)  Mengembangkan berbagai sikap positip dala berkelompok (komunikasi, kerjasama, disiplin, tanggung renteng, dan lain-lain)
b)  Mendorong ke arah berfungsinya kelompok dalam memperlancar pengelolaan pinjaman bergulir
c)  Mendorong proses belajar KSM dan anggota dalam melakukan akses ke lembaga keuangan mikro.

sumber : Pentunjuk Teknis Pinjaman Bergulir pdf

Minggu, 10 Februari 2013

Sumber Dana Pinjaman ( Pentunjuk Teknis Pinjaman Bergulir )



Sumber dana untuk kegiatan pinjaman bergulir, dapat berasal dari:
a.  Dana Bantuan Langsung Masyarakat (BLM), yang merupakan sumber dana utama
b.  Dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)
c.  Dana yang berasal dari pihak SwastaProgram Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri - Perkotaan
d.  Dana dari swadaya masyarakat
e.  Pemupukan modal berasal dari Laba/Keuntungan hasil pengelolaan Pinjaman bergulir yang disisihkan sesuai AD/ART dan keputusan RWT
f.  Dana dari sumber lainnya

Dana dari sumber lain berupa channeling/kemitraan atau pinjaman dari Lembaga Keuangan formal baik bank maupun koperasi di sekitar lokasi LKM berada. Tujuan dana channeling atau pinjaman tersebut adalah untuk menyediakan akses pinjaman bagi KSM yang sudah memenuhi batas maksimal pemberian pinjaman baik dari sisi jumlah pinjaman (telah mencapai Rp 3.000.000,-) atau dari sisi frekuensi peminjaman (sudah mencapai 4 kali pinjam). Diharapkan dengan dana channeling/kemitraan maupun pinjaman dari Lembaga Keuangan formal tersebut nantinya KSM dan anggotanya dapat memperoleh akses pinjaman lebih lanjut dari lembaga tersebut.

KOLEKTIBILITAS PINJAMAN
Kolektibilitas pinjaman adalah cerminan dari pengelolaan pinjaman bergulir, dengan kolektibilitas dapat dilihat baik buruknya kualitas dan tingkat resiko daripada pinjaman. Pengelompokan dalam kolektibilitas pinjaman terdiri dari Pinjaman Lancar (L), Dalam Perhatiah Khusus (DPK), Kurang Lancar (KL), Diragukan (D) dan Macet (M) dengan kriteria sebagai berikut :

a.  Pinjaman Lancar (Kolektibilitas 1)
Adalah pinjaman yang tidak terdapat tunggakan baik pokok maupun bunga
b.  Pinjaman Dalam Perhatian Khusus (Kolektibilitas 2)
Adalah pinjaman yang terdapat unsur tunggakan (pokok dan atau bunga) < 3 bulan/kali angsuran
c.  Pinjaman Kurang Lancar (Kolektibilitas 3)
Adalah pinjaman yang terdapat unsur tunggakan (pokok dan atau bunga) >3 s/d 6 bulan /kali angsuran 
d.  Pinjaman Diragukan (Kolektibilitas 4)
Adalah pinjaman yang terdapat unsur tunggakan (pokok dan atau bunga) > 6 s/d 9 bulan /kali angsuran 
e.  Pinjaman Pinjaman Macet (Kolektibilitas 5)
Adalah pinjaman yang terdapat unsur tunggakan (pokok dan atau bunga) > 9 bulan /kali angsuran 

Untuk pinjaman dengan angsuran mingguan dalam kolektibilitas pinjaman menggunakan kali angsuran, sedangkan dengan angsuran bulanan dan musiman menggunakan kriteria umur 
tunggakan (bulan)

CADANGAN RESIKO PINJAMAN

Setiap pinjaman mengandung resiko (sebagian) tidak terbayar kembali. Untuk menanggulangi resiko pinjaman tersebut perlu didukung dengan dana yag cukup berupa cadangan resiko pinjaman yang dibentuk setiap bulan sesuai dengan kualitas (kolektibilitas pinjaman).Setiap kolektibilitas memiliki bobot resiko berbeda (sesuai ketentuan umum pengelolaan pinjaman untuk BPR yang dikeluarkan BI No.13/26/PBI/2011), bahwa pembentukan PPAP (cadangan resiko pnjaman) untuk kolektibilitas lancar minimal 0,5%, kurang lancar minimal 10%, diragukan 50% dan macet 100% dengan mengalikan saldo masing-masing diperoleh perhitungan cadangan resiko pinjaman:sebagai berikut:

Klasifikasi Kolektibilitas Perhitungan Cadangan 
1 Lancar (L)                                             0,5% x saldo pinjaman L
2 Dalam Perhatian Khusus (DPK)             0,5% x saldo pinjaman DPK
3 Kurang Lancar (KL)                             10% x saldo pinjaman KL
4 Diragukan (D)                                       50% x saldo pinjaman D
5 Macet (M)                                           100% x saldo pinjaman M

Nilai cadangan resiko pinjaman di dalam Neraca dicatat di bawah Pinjaman KSM dengan saldo kredit 
atau (-)..

Untuk membentuk cadangan resiko pinjaman, dibuat pos biaya pada Laporan L/R senilai total resiko 
pinjaman bulan ybs. Semakin besar tunggakan, semakin besar cadangan resiko pinjaman yang harus 
disediakan, dan semakin besar biaya yang harus dikeluarkan oleh UPK 

Sumber : Pentunjuk Teknis Pinjaman Bergulir 

Twitter Deri Facebook LKM D Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Affiliate Network Reviews